Firman
Allah SWT,
“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku.”( Qs. Al Baqarah: 43)
Hadits
Nabi Muhammad SAW,
“Dari Jabir, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “(Yang membedakan) antara seseorang dan kekufuran adalah meninggalkan shalat”. [HR. Jama’ah, kecuali Bukhari dan Nasai, dalam Nailul Authar juz 1, hal. 340]
Begitu pentingnya shalat bagi seseorang yang mengaku dirinya sebagai seorang muslim, firman Allah SWT dan Hadist Rasulullah SAW di atas merupakan satu dari banyaknya dalil-dalil yang mewajibkan seorang muslim untuk melaksanakan shalat.
Di dalam islam shalat wajib terbagi menjadi 5 waktu dalam sehari dan diiringi dengan shalat-shalat sunah lainnya, seperti shalat rawatib, shalat dhuha, shalat tahajud, dan lain-lain. Pertanyaannya sekarang, sudahkah kita melaksanakan perintah suci tersebut? Kalau sudah, apakah shalat itu diterima dan benar?
Nah, itu merupakan pertanyaan yang sulit memang untuk dijawab, karena diterima atau tidaknya shalat kita itu tentu saja haknya Allah SWT semata. Namun, sebagai seorang muslim yang berakal dan beriman, kita sudah semestinya belajar bagaimana tata cara shalat yang benar dan sesuai dengan yang diajarkan baginda Nabi Muhammad SAW supaya shalat kita sah dan persentase shalat kita diterima oleh Allah SWT lebih besar.
Kita ketahui bahwa rukun shalat ada 13, yaitu :
Rukun Qauli (Perkataan/Bacaan)
1. Takbiratul Ihram 2. Membaca Al Fatihah 3. Membaca Tahiyyat Akhir 4. Shalawat atas Nabi pada Tahiyyat akhir 5. Salam yang pertama |
Rukun Qalbi (Hati)
1. Niat
2. Tertib
Rukun Fi'li (Perbuatan) 1. Qiyam (Berdiri betul) 2. Rukuk 3. Sujud 4. Duduk antara dua Sujud 5. Duduk membaca Tahiyyat Akhir |
5 Kesalahan fatal yang sering kita lakukan dalam shalat, yaitu :
1. Takbiratul ihram. Dipermulaan
shalat TIDAK MENYEBUT/MELAFAZ perkataan
“Allahuakbar” Cuma baca dalam hati
2. Bacaan Al Fatihah. TIDAK
MENYEBUT/MELAFAZ perkataan demi perkataan dalam surat Al Fatihah Cuma dalam
hati
3. Bacaan tasyahud /Tahiyyat akhir.
TIDAK MENYEBUT/MELAFAZ perkataan demi perkataan tahiyyat akhir Cuma dalam hati
4. Bacaan shalawat di rakaat
terakhir. TIDAK MENYEBUT/MELAFAZ shalawat ke atas nabi Cuma di dalam hati
5. Lafaz Salam. TIDAK
MENYEBUT/MELAFAZ perkataan “ Assalamu’alaikum warahmatullah’’ Cuma dalam hati
Kelima-lima
rukun qauli(perkataan) di atas hendaklah dilafaz dengan bersuara sekadar
didengar oleh telinga sendiri. Tidak
sah shalat jika dibaca hanya dalam hati.
Dengan
terus memperbaiki shalat kita sesuai dengan tuntunan Rasulullah, semoga shalat
kita diterima oleh Allah SWT dan menjadi bekal kita tuk di akhirat kelak.
Wallahu a’lam bishawab
Wallahu a’lam bishawab
Penulis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar